Saturday, August 30, 2014

On Maintenance

People always say that getting older is getting wiser. Well, I wish it's as simple as that. Getting older for women means fiasco on maintenance, because there's a lot of things that we need to take care of. Nora Ephron wrote a chapter about this on her book, I Feel Bad About My Neck, which I used as title of this post. 

Nora said, maintenance is what you  have to do just so you can walk out the door knowing that if you go to the market and bump into a guy who once rejected you, you won't have to hide behind a stack of canned food. It includes the things you have to do daily, weekly, monthly or yearly, to your skin, hair, unwanted hair, nail, etc. 

I always remember this chapter each time I do monthly shopping and trying to choose shampoo. There's shampoo for damaged hair, another shampoo for coloured hair, another shampoo for black and long hair, another shampoo to strengthen hair, etc. What if I need shampoo for black and long hair and also to strengthen hair? Does it mean I have to use 2 kind of shampoo? Why there isn't one kind of shampoo for all kind of hair?

And for face treatment… As a wise woman, I know I have to take care of my skin and make sure I won't have the same disappointment as Nora had, who felt bad about her neck. No, I'm not trying to look younger, but I just don't want to look old. It is different. Recently I'm confused on choosing skin care product for my face. I was using the expensive products because people say it's the best one and suitable for asian women. But what did I get? Pimples all over my face! Geez! 

My forever and hardest battle on maintenance is to reduce my weight and to exercise regularly. Because it needs commitment, consistencies and hard work. I, hardly had those criteria. And I, really love eating. My weight goes ups and downs, depends on how commit and consistent I am on keeping my weight down and exercising 3 times a week. This year, it's getting better, thanks to my personal trainer. I've lost 4 kg and started to get back to my petite figure. My pants has downsized to 28 - 29 and my clothes has downsized to 10. I won't tell you the previous size!
 
But even though women maintenance has high level of complexity, it has never scared me off or made me giving up. I won't stop trying to figure out the best skin care product, the suitable shampoo and the most effective weight loss program. Because hey, that's what wise women do… So help me God… :D

Sunday, July 6, 2014

Citizen of The World

Jalan-jalan ke Eropa bulan Maret lalu cukup membuka mata gw bahwa ternyata banyak orang baik di dunia ini, termasuk di belahan dunia sebelah "sana". You know that I'm a skeptic one, right? Jadi mengetahui bahwa masih banyak orang baik di dunia ini cukup bikin lega dan bahagia. Gw coba ceritain beberapa di sini.

Berlin, March 16th, 2014
Pertama, cowo ganteng yang mau usaha mempertahankan cewe yang dia cinta. Untuk kasus ini, ketemuannya ga sengaja sih. Waktu di Berlin, kami bertiga lagi naik Metro dan duduk di dekat seorang cowo ganteng yang sedang sibuk bicara di telepon. Ternyata bicaranya pakai bahasa Inggris, dan mau ga mau kami jadi dengerin dooong (emang dasarnya kepo aja sih :D). Jadi ceritanya, si cowo ini lagi bicara ama cewenya, dan dari bahasanya sepertinya dia berusaha meyakinkan bahwa dia sayang banget ama cewenya. Yang bikin gw ama Cindy melting ga jelas, si cowo ini engga pake bahasa gombal yang sering kita baca di novel, liat di pilem atau mungkin kita denger sendiri dari cowo-cowo gombal di sekitar kita. Dia berusaha meyakinkan pakai alasan-alasan logis, yang bikin gw ama Cindy pengen banget ngerebut itu henpon dan bilang ama cewe di seberang sono dua opsi berikut :

         A. Mba, percaya deh apa yang diomongin ama mas ini. 
              Kami liat wajahnya, liat tulusnya. 
              Kami aja percaya, masa mba engga percaya sih?

                          B. Mba, kalo mba tetep ga percaya, masnya buat saya aja ya.. #loh

Well.. hal tersulit selama acara "nguping" sambil "melting" itu adalah menjaga wajah kita tetep biasa aja supaya cowo itu ga tau kita lagi nguping dan diam aja ga ngebahas karena wajah kita pasti ga bisa bohong. Akhirnya begitu cowo itu turun duluan, baru deh gw ama Cindy pandang-pandangan sambil ter "aaaawwww…"

Checkpoint Charlie, Berlin

Yang kedua masih di Berlin juga sih… Jadi jam 4 pagi kami harus check out dari hotel dan ke stasiun untuk naik kereta jam 6 ke Praha. Jam 4 pagi udah engga ada Metro atau bis jadi kami berencana naik taksi. Alhamdulillah ga susah dapet taksinya. Drivernya adalah orang Iran (kalau ga salah inget), tapi udah lama tinggal di Berlin. Namanya pun sudah ganti jadi Carmello. Dia seneng ketemu orang Indonesia, karena dia punya temen kuliah dari Indonesia bernama Bambang yang baiiikkk banget. Oh, dan Carmello punya 2 gelar doktor loh btw… :)) Nah kalau gitu, kenapa dia masih jadi supir taksi? Ternyata dia jadi supir taksi untuk kegiatan amal, sodara-sodara… Semua pendapatannya dari naksi itu akan disumbangkan ke salah satu negara di Afrika. Di tengah jalan, belom sampai stasiun nih, dia matiin argonya. Katanya, sisanya adalah bantuannya buat kami. Hihihi… baiknyaaa…. Saat mau berpisah di stasiun, dengan sopan dia nanya, boleh ga minta mata uang Indonesia. Cindy langsung serahkan uangnya Rp 10.000 dan Carmello ini kaget trus nolak, ga usah yang gede nominalnya. "Don't worry, it's not even 1 Euro," kata Cindy. Baru deh dia mau terima. And when we said goodbye, dia cium tangan Cindy dan tangan gw… So sweet :))

Yang ketiga, di Venice. Venice adalah salah satu dari 4 kota yang kami singgahi dalam 1 hari saja, datang pagi, pergi lagi malamnya. Surprisingly Venice cukup cepet juga diputerin, jalan kaki loh… Jadi setelah makan siang kami memutuskan untuk segera naik bis menuju bandara. Di terminal, kami bergabung dengan antrian calon penumpang bis lainnya. Kami sudah menunggu hampir sejam lamanya, saat tiba-tiba ada cewe mendekat dan menyapa, "Are you guys waiting for the bus to the airport? Do you know that today the bus crews are having strike and the bus is not operating today?" Deng doooong…. Nah looh, masa iya kita harus ngesot ke bandara. Tapi lagi-lagi cewe itu kasi pencerahan, di luar terminal ada bis menuju bendara yang dioperasikan swasta, dan akan segera berangkat. "That blue bus out there, you'd better be hurry," kata dia. Setelah buru-buru bilang terima kasih, langsung deh angkat backpack dan lari-lari ke bis itu. Entah kenapa cewe itu kasi taunya ke kita ajah, secara banyak penumpang lainnya yang juga nunggu bis di dalam terminal. Mungkin dia kasian liat orang asing bawa-bawa backpack gede kepanasan ngantri bis yang ternyata ga beroperasi karena pekerjanya pada mogok. Hahaha…

Yang keempat di Brussels, cewe cantik nan baik hati. Jadi kunjungan ke Brussels kami putuskan untuk go show aja, ga terlalu detail atur itinerarynya. Point of interest di Brussels mostly di sekitar istana. Kami pun langsung menuju istana, berharap bisa ikut tur dan liat istana kaya waktu di Schonbrunn Palace - Vienna atau Chateau de Versailles dan Louvre di Paris. Ternyata oh ternyata, hari itu Barrack Obama berkunjung ke Brussels juga, ada meeting dengan NATO juga. Akibatnyaaaa…semua jalan sekitar istana dan jalur kunjungan Obama lainnya ditutup dan kendaraan tidak boleh lewat. Batal deh jalan-jalan ke istana dan sekitarnya. Akhirnya kami cuma jalan-jalan ke beberapa tempat aja dan mulai mati gaya, wkwkwkwk… Di salah satu stasiun, kami buka peta dan mulai cari-cari obyek kunjungan berikutnya. Mendadak ada cewe cantik datang dan menawarkan bantuannya, "Hi there! Can I help you find a place on that map or something?". Kami pun bertanya dengan polos, "What do you suggest for us to do or visit in Brussel if we have time only until 6 pm?". Beneran dong, dia usul beberapa tempat bahkan nanyain ke petugas stasiun kereta apa dan jalur mana yang harus kami ambil. Mamaci ya mbaknyaaaa….

Brussels, Belgium
Mungkin ga banyak ya secara cuma 4 cerita, hehehe… Karena sebenarnya banyak orang yang kami temui selama perjalanan dan banyak cerita lainnya. Tapi yang berkesan sih 4 orang itu. Utamanya mas-mas di kereta di Berlin itu. Huhuhuhu… mau dong ketemu cowo macam ituuuuu… :* #teteup Mengingat kebaikan-kebaikan yang kami terima selama di Eropa, gw berencana untuk pay it forward. Kalau gw ketemu turis or backpacker yang nampak perlu bantuan, gw akan usahain bantu. Because all of us are citizen of the world, whoever we are :))

Election Day

On the next 3 days, Indonesia will have a presidential election. What's so special about it? Indonesia is a democratic country, so election is not a new thing. Well… although it's not a new thing, but some things related to this are really new. This time, there's only 2 candidates so election will be held in one round only. It is important to choose the best candidate to lead this country for the next five years. 

Looking back to previous election on 2009, the real winner is "golput". It's not a party nor a candidate. It's a group of people who choosed not to choose, in amount of 30% of all voters. If only it were a party, they are the winner and can have their own candidate. 

But this year, things can be different. Despite all the negative news and black campaign between the two candidates, you can see the rise of people power. Some people do a lot of efforts to make sure they can join the election day. Well, apparently not all people can elect, thanks to the nation's "superb" database, and that's another story. But this can't stop them to vote. They tried all possible ways to make sure they are enlisted as voter and follow the administration procedures, which is not easy to follow.

For me, this is my 4th election, but this is the first time I do care that I have to vote and I do care who we have to vote. Why do I bother so much? Mainly because I believe that unity in diversity (known as Bhinneka Tunggal Ika) is far more important than unity in uniformity. Because unity in diversity is what our founding fathers believed, and it's what brought us into our independence on August 17th, 1945, and it's worth to fight for. Because it's about people power, and the future of Indonesia is in our hands now. So I need to vote, I have to vote, for one candidate. He may not be the best candidate or the best person to lead this country. But I believe that he's sincere and hard worker, he knows what it's like to be common people, who doesn't have silver spoon on his mouth since he was born. For what it's worth, I do hope he wins the election, because he represent the hope itself. On next July 9th 2014, I know I will vote for him. Salam 2 jari!! :))

Konser Salam 2 Jari, GBK, July 5th, 2014


Back To School!

After 14 years graduated from Environment Engineering, I finally decided to go back to school. Yes, I enrolled in a graduate program, majoring in Management. In Indonesia we call it Magister Management. There were many things to consider before I took this decision. But a short but meaningful morning chat with my ex VP (now he's moving to another company, though still in the same holding company), made the decision was easier to take.

One morning, he came to my desk and discussed a project that I was working on. It's not a subject that he was familiar with but somehow he could explain it briefly. I couldn't help myself to ask, how did he do that. He answered that it's just logical thinking that he learnt from graduate school. He took the same major years ago and what he learnt back then was applicable until now. He encouraged me to take the same major, because it will be an added value for me. He also said that he won't transferred me to fields  until I graduate.

So that week I search the program, fees, entry test, etc. I finally choose PPM School of Management. It has good reputation, great networking, reasonable fees and accessible. And since last April 2014, I started to go back to school! Funded by myself btw, not by the company... :))

At first, the main reason was only to stay in Jakarta and not being transferred to fields. But as the program running, I can't help myself feeling excited. I enjoy the classes, the new friends, the subjects, the school, etc. I love going back to school! Maybe this is the best decision I've ever made this year… :D 

Sometimes it's frustrating, trying to match your working schedule with classes schedule, but I am determined to do both. So whatever happens, I will never say "I don't have time" but I will say "I will make time".  It's just going to need extra works. I have to stay awake a little bit late or wake up earlier to do the assignments, to study and finish the program. It's been 2.5 month now and it's a good thing that I'm still excited. I enjoy each class and so far I've never missed a single class or assignments. Somehow, I'll make things works.. :)) 

Saturday, April 12, 2014

The Ultimate Trip

When I was a little girl, I knew that I lived in a big world, and all I've ever wanted was travelling around the globe. Maybe that's why I was attracted to geography, history and English lessons. It felt like only a dream and an impossible thing to do, but this year, I finally made it come true. Well, at least I went to some parts of the globe, not all of it, hahaha...

Last March I went to Europe, with my 2 friends, Cindy and Mas Ronny. Eurotrip was my ultimate dream trip so I was very excited doing it. The itinerary was an ambitious one, 8 countries and 10 cities, because it's the first Eurotrip for Cindy and me. We went to Berlin, Prague, Vienna, Venezia, Vatican, Rome, Geneve, Paris, Brussels and Amsterdam. It made the schedule was very tight. But we've managed to enjoy the ride.. :))

Rome, Italy - March 20th, 2014
What did we get from this trip, other than the pictures of course? That's what our friend from Portugal, Andreia, asked us last night. We've experiences, being citizens of the world. This trip taught us a lot of things, like being patient and empathy for others, experiencing other cultures, meeting new people, tasting delicious food from each city, and many indescribable feelings that I can't explain. We. Had. Fun. Period.

I so wanna tell you the details, but maybe not today. Hopefully I will have time and not becoming too lazy to write or share some photos with you all, hihihi...


Wednesday, January 29, 2014

Hello 2014!

Well this is actually a very late post, considering it's almost the end of January 2014. Lazy blogger... Ahahahaha...

Jakarta has so much to offer and I just can't find time (and willingness) to write on this blog. Eventhough I have a lot of ideas and stories to write.

January 2014 is almost over, and I can say it has been nice to me. It's a pretty good way to start this year.

I have 4 accomplishment this January, that I'm thankful for. First of all, my visa for the next trip is approved. It's considered as accomplishment because I apply it by myself, without any help from travel agent. Like usual, I do my research through Google first before submit the application. And now I can say, Schengenstaten visa is not a rocket science! Hahahah... Maybe I'll share the detail story later.

My second accomplishment is my cross stitch project is done, and it looks beautifuuuulll. I plan to give it to my mom as a gift, and I already buy the next project. The thing about stitching is, it is soothing and relaxing. Maybe because of its constant movement, or maybe because everything is in order and we just have to follow the pattern.

My third accomplishment is I finally finished my first book. But don't get it wrong. It's a guideline book about work thingy, in which I translated environment regulation into time frame, scope of works, etc. I've always wanted to write a book or a novel, but I've never thought my first book will be a guideline... XD

The last but not the least accomplishment is, I've finished my first 5K! Yes, I joined The Color Run on January 26th, 2014. The Color Run is knowned as The Happiest 5K on Earth. On each KM, they will throw color powder to all the runners, so in the end, the runner will be full of color. And I was happy, indeed. I enjoyed the venue, the running itself, the color splash and of course the music.

Hopefully the upcoming months will be as good as January, or maybe even better, Amiiin... :))

Sunday, October 6, 2013

Perpanjangan Paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan

Ahaaayyy.... here we go again! The lazy blogger is back! 

Keknya udah lama banget ya kaga nyampah di blog ini. Ehehehe...mahapkeun... Lagi sibuk jadi orang kota sih... *kemudian dilempar sendal* Eniwei by the way busway, kali ini gw mo share sesuatu yang berguna, bukan sekedar nyampah. Gw mo share soal Perpanjangan Paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Jeng jeeeeeng.....

Jadi semuanya berawal dari genk kere-tapi-sombong. Beranggotakan wanita-wanita yang ngakunya kere karena selalu banyak cicilan yang harus dibayar (apartemen, kartu kredit, panci, etc. etc. etc.), tetapi sombong bener sok mau jalan-jalan ke sincapow. To make the long story short, we finally bought tickets to sincapow, a weekend getaway, for the last weekend on September 2013. Tuh kan, sombong bener kan, weekend-an aja kudu di sincapow, wkwkwkwk... Beli tiketnya udah dari bulan Agustus 2013, dan kami bagi tugas. Gw kebagian cari tiket, cari yang semurah-murahnya, yang sesuai ama jadwal kami. Abisnya beli ticket, baru nyadar kalo paspor gw abis masa berlakunya bulan Februari 2014, so it means, masa berlakunya engga sampai 6 bulan pas kami pergi ke sincapow. Sementara waktu gw cek di website imigrasi sincapow, persyaratan masuk sincapow adalah masa berlaku paspor minimal 6 bulan. Daripada gw ketahan di airport, jadilah gw urus juga perpanjangan paspornya.

Seperti biasa, gw mengawali proyek pengurusan perpanjangan paspor ini dengaaaannn.... nanya mbah Google! Baca berita sana-sini, liat blog orang kanan-kiri, akhirnya gw menyimpulkan kalo gw harus urus secara online. Karena kalo urus online, gw cuma perlu 2 kali datang, sekali buat verifikasi dokumen asli, bayar, foto dan finger scan, dan sekali lagi buat ambil paspornya. Kalo urus manual, datengnya jadi 3 kali deh, dateng pertama buat submit formulir dan verifikasi data, dateng kedua buat bayar, foto dan finger scan, terakhir buat ambil paspornya. Dengan pertimbangan gw ga mungkin bolak balik ijin atau cuti buat ngurus paspor, jadi gw putusinbuat urus secara online. Let's start this project! *gosok-gosok telapak tangan*

Pertama, harus siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Siapkan semua dokumen dalam bentuk dokumen aslinya dan 2 copy ukuran A4. Yep, pastikan semua copy dokumen dalam ukuran A4, termasuk KTP, jangan dipotong, tetap aja dalam ukuran kertas A4. Sebenarnya copy yang diambil petugasnya cuma 1 sih, tapi buat jaga-jaga kemarin gw siapin 2 copy untuk setiap dokumen. Dokumen-dokumen yang diperlukan :
  1. KTP
  2. Kartu Keluarga 
  3. Akte Kelahiran
  4. Ijazah Terakhir
  5. Surat Keterangan Bekerja (untuk karyawan)
  6. Paspor lama (karena gw kan perpanjangan paspor)
Lalu karena mo daftar online, scan semua dokumen asli dan simpan dalam bentuk jpg., warna hitam putih dan besar file antara 100 KB - 1.8 MB. Setelah semua siap, masuk ke website ini : http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp

Pilih Pra Permohonan Personal, isi data-data dan upload scan-an dokumen-dokumen di atas. Di bagian akhir, kita diminta pilih tanggal kedatangan ke kantor imigrasi, dan gw pilih tanggal 3 September 2013. Bukan karena itu tanggal yang direkomen ama mbah dukun ya, tapi karena tanggal segitu bapak ibu lagi datang ke Jakarta dan gw emang mo ambil cuti nemenin beliau-beliau seharian. Jadi sambil menyelam minum tequilla deh... #eh. Trus terakhir sendiri, kita dapat surat konfirmasi buat kedatangan ke Kantor Imigrasi. Jangan lupa diprint dan dibawa ke Kantor Imigrasi, karena surat itu harus ditunjukin saat kita datang.

And here comes the day! Hari Selasa 3 September 2013 yang keramat ituuh... Nah hasil survey di blog orang-orang, mereka menyarankan datang sepagi mungkin ke kantor imigrasi karena buat ambil nomor antrian aja kita harus ngantri nguler. Apalagi helloooow...ini Kantor Imigrasi (Kanim) Jakarta Selatan (Jaksel) yaaa... kantor imigrasi tersibuk di Indonesia Raya. Jam 6.15 pagi gw udah sampai aja di sana, naik me lantai 2, dan melangkah dengan langkah dan tampang pede bakal dapet antrean paling depan. Ternyata oh ternyataaaaa... antrean berkas udah nguler sodara-sodara. Yang dimaksud antrean berkas adalah ya memang cuma berkas aja yang ditaroh depan mesin tempat ambil nomor antrean. Orangnya entah kemana, ada yang duduk di kursi, ada yang ke toilet (gw), dan ada juga yang beli bubur di bawah. Mesin tempat ambil nomor antrean masi mati, bahkan sekuriti pun belum keliatan.
And this is how to queue here.... #okesip
Jam 7 tet, sekuriti udah datang dan mulai memanggil para pengantri untuk ambil posisi di antrean, bukan cuma berkasnya aja. Terus mendadak ada suara bapak-bapak di pengeras suara, kasi semacam kata sambutan. Beliau ucapkan selamat datang dan memberi informasi proses pengurusan paspor di Kanim Jaksel. Beliau umumkan juga aturan-aturannya, seperti : tidak boleh ambil foto tanpa ijin, yang mau pipis silahkan pipis dulu, harus memakai baju rapi, berkerah dan memakai sepatu. Antrean dibagi menjadi 2 baris, dan saat ambil nomor antrean ada petugas yang mengecek kelengkapan dokumen. Kita akan ditanya apakah mengurus paspor secara manual atau online, karena nomor antrean dibedakan, dan untuk online harus menunjukkan surat konfirmasi yang kita peroleh saat isi data di website. Lalu paspor yang akan diurus untuk siapa, apabila untuk kita akan dicek dokumen-dokumen aslinya, apabila untuk orang lain, orang tersebut harus sudah ada di situ juga. Ada kejadian ibu-ibu mengurus untuk orang lain tetapi orang tresebut infonya masih dalam perjalanan. Petugasnya engga mau bener kasih nomor antrean. Kalo orang itu sudah datang, baru deh boleh antre lagi. Oh ya, pengambilan nomor antrean dibuka sampai jam 11 siang ya, berapapun yang ambil nomor hingga jam 11 siang akan dilayani, walau sampai malam. Jadi sudah ga ada batasan atau kuota lagi.

Jam 7.20 gw udah dapet nomor antrean A005 (kode A untuk pengurusan online, B untuk manual), terus gw disuruh antre di baris lain lagi. Tak lama kami sudah diberi nomor antrean lagi untuk pembayaran dan pengambilan foto (nomornya sama), gw dapet nomor C029.
Nomor Antrean, dapet sekaligus di awal kalo daftar online
Kalo udah dapet nomor antrean, segera menuju ke loket yang sudah ditentukan. Loket no 2 - 4 untuk pengurusan paspor online, 5 - 8 untuk pengurusan paspor manual dan loket 9 untuk para lansia dan disabled person.  Nah ini gw lupa nanya dan lupa nyatat... loket no 1 dimana yak? Apa tempat ambil nomor antrean itu? Entahlaaaah.... Tapi intinya gw antre di depan loket no 2 - 4, untuk yang pendaftaran online, nunggu aja giliran dengan duduk manis maen henpon. 

Eh ternyata oh ternyata, kaga langsung dimulai pemanggilan nomor antreannya...Jam 8 pas, ada lagi sambutan, masih dari bapak-bapak petugas yang jam 7 tadi kasi sambutan. Intinya beliau menjelaskan bahwa mereka akan melayani pembuatan paspor walau sampai malam sekalipun, meyakinkan bahwa sudah tidak ada praktek per-calo-an di Kanim Jaksel karena semua nomor antrean dipanggil by system, dan menginformasikan batas waktu pengambilan paspor adalah 1 bulan. Lewat dari 1 bulan sejak paspor jadi tidak kunjung diambil, maka paspor tersebut akan dibatalkan. 

Jam 8.06 mulai dipanggil dari nomor 001, baik kode A, B dan C. Jam 08.13 nomor antrean gw udah dipanggil, itu berarti rata-rata waktu yang diperlukan untuk setiap nomor antrean adalah 1.75 menit. Nah kalo gw baru selesai jam 8.16, atau butuh waktu 3 menit. Kenapa? Tentu saja karena gwnya bawel nanya-nanya, wkwkwkwk.... Iyaaaa... gw menanyakan dan memastikan bahwa paspor lama gw boleh gw simpan. Petugasnya bilang, bisa saja disimpan, tapi nanti diambil bersamaan saat gw ambil paspor yang baru. Yang gw amati, proses pemanggilan online dan manual hampir sama cepatnya, dimana ada 2 loket yang buka untuk pengurusan online dan ada 3 loket yang buka untuk pengurusan manual. 

Berikutnya mulai ngantri lagi di loket pembayaran, nunggu dipanggil nomor C029. Ada 2 loket yang buka. Jam 8.30 dipanggil dan langsung bayar, siapin uang pas biar cepet, biayanya Rp 255.000,- untuk paspor biasa 48 halaman. Kalau mau e-passport yang pakai chip itu, lebih mahal, kalau ga salah Rp 500.000,-. Oh ya, ga perlu materai juga tuh, jad ga usah siapin materai atau biaya materai. Bukti pembayarannya jangan lupa diambil dan disimpan buat pengambilan paspor nanti.

Jam 8.31 udah kelar urusan bayar-bayaran, pindah lagi ke loket antrean foto. Di sana juga nunggu aja nomor antrean dipanggil. Ada layar tipi gede gitu yang menunjukkan nomor-nomor antrean yang sedang dilayani dan akan dipanggil. Ada 10 loket yang buka. Jam 8.34 pas gw dateng buat antre foto, masi nomor C015 di dalam. Ohya, buat foto paspor pun ada syaratnya nih :

  1. Tidak boleh pakai contact lens
  2. Tidak memakai kaos
  3. Tidak memakai baju atau jilbab warna putih
  4. Tidak memakai anting-anting (bagi pria)

Jam 8.45 gw dipanggil tapi masi antre lagi di dalam. Jam 8.55 gw dipanggil buat foto dan scan sidik jari. Ga pake interview, nampaknya karena statusnya adalah perpanjangan paspor bukan pembuatan paspor baru. Dikasih info kalo paspor bisa diambil lagi 3 hari kerja berikutnya, yaitu hari Jumat. Jam 9 tepat gw udah otw pulang deeeh... Sejam sajoooo! 

Hari Jumat siang jam 2, gw datang lagi dong, mo ambil paspor. Gw dateng siang karena untuk ambil paspor, kita ga harus ambil nomor antrean. Cukup taruh aja bukti pembayarannya, lalu petugas akan cari paspornya, lalu kita dipanggil deh. Setelah dapet paspornya, tanda tangan di map berkasnya, gw minta paspor lama gw. Lalu paspor barunya difotocopy bagian depannya, di koperasi lantai 2 juga. Serahkan fotokopiannya ke petugas di tempat pengambilan paspor, dan taraaaaa.... Paspor baru sudah di tangan dan siap digunakan. It's easy, cheap and fast. Two thumbs up for Immigration Office! :))


Sunday, July 21, 2013

masih soal usaha untuk sehat

baca : masih soal usaha untuk kurus

sebulan sebelum pindah dari cepu, gw udah ga ngegym lagi, dengan alasan sibuk dan mau siap-siap packing. terus 3 bulan pindah ke jakarta, gw juga sibuk dinas dan adaptasi (alasan, red.). semua alasan itu cuma menghasilkan 1 hal : gw menggendut... --.--"

di saat makin susah menemukan kostum ke kantor, karena yang di rumah udah berasa sempit, akhirnya gw daftar juga ke tempat fitness dekat kantor. langsung daftar buat setahun, pake PT juga, hehehe... bukan karena gw segitu niatnya yaaa... tapi gw mo pasang "sense of urgency". udah bayar mahal-mahal masa ga ada hasilnya. terus dengan adanya PT juga, latihan jadi lebih terarah dan ada yang ngomelin kalo gwnya mangkir. gw tau banget lah kalo gw orangnya moody. minggu ini rajin, minggu depan bisa malas semalas-malasnya.

pas daftar ditanyain ama mas-mas tempat fitnessnya :
M (mas-mas) : Mau PT cewe atau cowo?
gw : Cowo ajah
M : iya bener mba, cowo aja. kalo cowo kan ga ada rasa ibanya...
gw : --.--"

berasa mo disiksa aja deh....

dan akhirnya gw dapet PT cowo beneran. namanya mas joey, guanteeeng, tapi galak dan penuh jebakan betmen, hahahaha... aduuuh pokoknya suka tega deh si mas itu. nampaknya di tempat fitness situ dia PT senior, karena dia koordinator PT-PT laennya. dan salah satu titelnya adalah "fat loss and weight management specialist". ohohoho pas banget lah buat gw yang mau sehat (baca : kurus).

mas PT kaga ngatur menu makanan yang boleh dan ga boleh gw makan. dia cuma nyuruh gw buat skip makan malam, diganti ama buah aja. 2 minggu pertama sih oke lah ya. minggu ke-3 bertepatan ama turunnya harga tiket KRL dan diberlakukannya tarif progressif. lah apa hubungannya? tentu saja ada! dengan adanya tarif progresif, makin padat lah itu KRL, apalagi pas pulang kantor. buntutnya, sampai apartemen gw selalu merasa berhak buat makan malam setelah berpeluh-peluh di KRL. jadilah gw makan malam pake bakso, siomay, nasi padang, de el el.

akibatnya berat badan dan kadar lemak gw malah naik. ngokk! eh, si mas PT malah lebih panik dan frustasi daripada gw, ahahaha... porsi latihan ditingkatkan dan gwnya diwanti-wanti buat ga makan malam. sekarang minggu ke-6 dan gw belom nimbang berat lagi. tapi yang pasti celana-celana kerja gw mulai longgar dan baju kerja yang dulunya sempit, sekarang pas di badan lagi. kata mas PT, emang tolok ukurnya bukan cuma berat, tapi ke badan juga, ukuran2nya harus berkurang. 

well, apa kata lo deh mas, you're the expert. gw janjiiiiiii kali ini bakal nurut. termasuk tetep latihan di bulan puasa, karena kalo latihan pas bulan puasa, udah pasti yang dibakar adalah lemak, bukan gula. coz asupan makanan terbatas, jadi kadar gulanya rendah, lemak-lah yang dibakar di sesi latihan.

ayo semangaaaat...!!

ramadhan di kota

selalu ada yang berbeda di setiap bulan ramadhan. seperti ramadhan tahun lalu atau tahun sebelumnya lagi. yang baru tahun ini adalah... merayakan bulan ramadhan di jakarta, yang tentu saja beda dengan di cepu. dulu gw pikir ramadhan di jakarta tidak berasa, tidak terdengar tadarus dari masjid, tidak ada yang berbondong-bondong tarawih di masjid, masih sibuk di kantor di saat buka puasa tiba, dsb. engga kaya kalo kita tinggal di daerah. suasana ramadhan terasa sekali...

tahun ini, gw bertekad kalo gw harus ngerasain suasana ramadhan, walo gw di jakarta. kalo di cepu dulu, gw masih bisa mengaji pagi-pagi, mulai habis subuh sampai waktu berangkat kantor. kalo di jakarta, engga mungkin, karena habis subuh langsung siap-siap dan berangkat ke kantor. tapi alhamdulillah kalo berangkat pagi, sampai kantor juga pagi, jadi bisa ngaji dulu. untuk tarawih, sempet mikir susah juga tarawih di jakarta, pulang kantor abis buka masih cape, engga bakal kekejar ke masjid buat tarawih. eh alhamdulillah ternyata ada masjid di kompleks apartemen. masjidnya lumayan gede, ramai dan ber-AC, hehehe... deket juga, cuma 10 menitan dari tower gw. jadi kalo pulang kantor, gw usahain bisa tarawih di masjid. kalo waktunya mepet, buka dulu aja pakai makanan ringan. baru abis tarawih makan beratnya. ada temen kantor juga yang ngajakin ke masjid-masjid lain, langsung berangkat sepulang kantor. insya Allah besok kami mo ke masjid sunda kelapa. so excited...

and somehow i realized... kalo merasakan dan menikmati ramadhan itu bisa di mana saja, tidak tergantung di kota apa kita tinggal, yang penting kita bisa merasakannya dan menikmati bulan penuh rahmat ini. subhanallah.... bisa bertemu kembali dengan bulan ramadhan saja sudah patut kita syukuri. so let's make the most of it... :)

yang seru, tahun ini bisa sahur dan buka ama si rhino, my dearest brother. emang ga tiap buka bareng sih, mengingat si bocah itu (sok) sibuuuuk banget. tapi tiap sahur pasti bareng, dan kami jadi lebih sering ketemu & cerita-cerita. secara biasanya jarang ketemu walo serumah. pagi-pagi gw berangkat, dia blom bangun. malem gw tidur, dia blom pulang. jadi cerita-ceritanya tetep lewat bbm, kaya waktu gw masi di cepu aja. zzzzz....

oh well... semoga bulan ramadhan ini banyak membawa berkah, rahmat dan hidayah bagi kita yaaaa... dan apabila ini ramadhan terakhir kita, semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita dan mengampuni semua dosa kita. amin ya robbal alamin... 

happy fasting, you all... :))



Sunday, June 23, 2013

Happy 486th Anniversary, Jakarta!

Jakarta. A big, giant and crowded city. Not everyone wants to work or live here. Well, at least that's what some people told me when I was going to move to Jakarta. They just can't stand with the traffic jam, the long hours they spent on streets, the living cost, etc. etc. etc.

But I have my own opinion. I loooovvvveeee this city. Like... a lot! What's not to love? You can find everything here. Hope, opportunity, food, lifestyle, culture, and a lot more. You just have to find your own tricks to survive. 

To survive Jakarta, you need a strategy, which consists of plans. Plan A, B, C maybe until Z. Like where you want to stay, a house or apartment, how you're going to reach your office, what job that suits you or your lifestyle. Because that's going to determine what you're gonna through everyday. 

So you already have a strategy with lots of plans. Does that mean things will go the way you've planned? Of course not! Haha. This is why, you need to be creative. You have to improvise your plan each time your plans are not working. You're late catching up your train so you have to take the different one. Should I go to Tebet or Manggarai? Should I use metro mini or just hop in a cab? It feels like being in an episode of Amazing Race. Anyhow, it keeps your brain thinking. And I love it when I made the right decision. 

Jakarta also taught you to be a quick decision maker. Because this city can't wait. Some decisions should be made in minutes maybe seconds. A wrong decision can make you stuck in traffic jam for hours. Life is a series of decision making anyway... But this city requires you to make it fast. If you see an opportunity, even the tiniest, slightest one, grab it. Grab it fast. 

But we're only human, and to err is human. Sometimes we made the wrong decisions. Then you should be brave to take the consequences. Deal with it, bear with it and be strong. This is a tough city by the way, so bravery is highly needed. 

I'm glad I have this opportunity, living in this crowded city. Jakarta has it flaws but it taught me survival skills. So... what's not to love? :)) 

Happy 486th Anniversary, Jakarta! 

Sunday, June 16, 2013

bos baru

emang yaaaa... kaga ada yang pasti di dunia ini. apalagi di perusahaan ini..*tsaah* setelah maret kemarin diberlakukan organisasi baru, dimana sampai detik ini semua masih menyesuaikan diri, eh minggu lalu fungsi gw dapet bos baru karena bos lama promosi ke korporat.

trus kenapa? rotasi dan mutasi kan biasaaaa... well, yang tidak biasa adalah, bos baru ini dari fungsi laen, dan sepertinya blom pernah di fungsi gw. ini cukup bikin kaget, terutama buat temen-temen fungsi gw. ga sedikit yang merasa ragu, tapi ada juga yang merasa yakin ama bos baru ini. gw termasuk yang mana? tentu saja yang kedua. gw yakin manajemen perusahaan gw ga bego, pasti mereka udah pertimbangkan juga plus minusnya. apalagi untuk jabatan setinggi itu, yang penting kemampuan manajerialnya oke yah... untuk teknikal, semoga kami para fruit sons dan fruit daughters-nya bisa support. positive thinking aja... :))

change is frightening. but also gives us hope. hope for a better future. hope for a better leader. and i reaaalllllyyyy hope this new boss can lead us to a better future. semangat ya pak!! :D

Wednesday, June 5, 2013

horang jekardaaah

Walo sejak mutasi ke Jakarta gw lebih banyak di tanahnya wong kito galo a.k.a. di Prabumulih daripada di Jakarta, gw mo cerita tentang bagaimana rasanya jadi Horang Jekardaaah. Hehehe... Tentu saja dibandingkan dengan pengalaman gw sebelumnya jadi penduduk kecamatan. In case you're wondering, of course... 

1. Horang Jekardah rajin bangun dan berangkat pagi.
Yaeyalaaah, lo kesiangan 5 menit ajah, kejebak macetnya bisa nambah 1 jam. Buat gw yang tinggal di Kalibata dan ngantor di daerah Sudirman, udah harus berangkat paling telat jam 5.45 pagi, mengejar KRL jam 06.00. Kebayang ga yang tinggal di Depok, Serpong, Bogor, Bekasi? Mau naik mobil, mau naik KRL, berangkatnya mendahului matahari terbit. Padahal waktu di Cepu dulu, jam 5.45 masi ngulet-ngulet di kasur, berangkat ke kantor jam 6.50. Tepok tangan buat horang Jekardaaah.... :D

2. Commuter Line is actually a great mass transportation
Di Jekardah ini gw cuma bisa ngandelin Commuter Line, karena : 1. Engga boleh naik motor ama babeh; 2. Engga punya mobil; 3. Kalopun punya mobil engga bisa nyetir; 4. Naek taksi mahal di ongkos man...
Jadi gw budgetin Rp 20.000,-/hari buat transport dengan rincian :
      Commuter Line  PP                                = 2 X @Rp 8.000,- = Rp 16.000,-
      Angkot/Kopaja dari stasiun - kantor  PP = 2 X @ Rp 2.000,-= Rp 4.000,-

Dimulailah petualangan naek Commuter Line... Percaya atau engga, gw berani naek CommLine ini karena gw udah pernah naek MRT/MTR di Singapore, KL dan Hongkong. Bukan gw sok-sokan yah, tapi dulu gw milih bayar taksi mahal daripada naek CommLine, karena gw ga kebayang isinya dan takut ama copet dan orang-orang aneh dan usil yang mungkin ada di dalamnya. Gw jg berani naek CommLine ini karena ada gerbong khusus wanitanya, di gerbong paling depan dan paling belakang setiap rangkaian. Entah ini sesuatu yang harus disyukuri atau justru harus jadi concern bangsa ini, segitu "pervert"-nya kah para lelaki di Jakarta sampai harus disediakan gerbong khusus wanita untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual? Anyways, detail CommLine mungkin bisa dibikin postingan khusus yak, yang pasti saat ini CommLine tuh transportasi favorit gw di Jakarta.

3. Udara segar yang susah didapat di Jakarta
Kalo berangkat pagi dari apartemen ke stasiun Kalibata, gw biasanya jalan kaki. Awalnya berniat sekalian olahraga pagi, saat udara masih sejuk dan segar. Tetapi oh tetapi..... ternyata salah sodara-sodaraaaaaa.... Walo masih pagi, tapi tetep aja susah dapet udara segar. Karena asap kendaraan bermotor atau karena asap pembakaran sampah. Kalaupun tak ada asap, maka tak ada api... eh salah... Tak ada bau asap, ada juga bau selokan.... Ngokkk!

4. Jenis makanan yang bervariasi
Ini salah satu kelebihan di Jakarta, jenis makanannya bervariasi, ihihihihik.... Mau versi kaki lima atau resto, mau masakan nusantara atau asing, mau makanan khas daerah dari Sabang sampai Merauke juga ada. Ini tantangan buat gw.... yang suka laper mata, hahaha.... Maunya semua dicoba dan semua dimakan. Makin melembung aja deh... (semoga tidaaakkkk!!).

Well, segitu dulu ya temans... yang pasti, sesusah apapun jadi Horang Jekardaaah... I'll bear with it. Gw jalanin deeeeh... Because this is what I want, really really want. :))

Thursday, May 9, 2013

Prabumulih

Prabumulih, Sumatera Selatan.
3 jam dari Palembang.
Udah hampir sebulan gw di sini.

Wait a minute.

Perasaan SK mutasi gw ke Jakarta yak...
Tapi kenyataannya sepanjang bulan April kemarin,
 gw di Jakarta cuma seminggu doang.
Dan sekarang masi terdampar di sini.
Hahahaha...berasa nyasar deh gw...

Semua ini gegara PROPER, pake ada isian self assessment (SA).
Terus Environment Staff di Prabumulih kosong.
Jadilah gw task force ke sini.
Sekarang udah ada sih, pekerja baru.
Tapi tetep aja gw harus disini, disuruh ngajarin dulu ama ngerjain juga.

Walo bete kelamaan dines, tapi gw bertekat buat selesein sebaik2nya.
Kaya Steve Jobs bilang, connecting the dot.
Siapa tau ada hikmah di kemudian hari... :)

Cerita lucu di Prabumulih, gw dapet dari Disha, HRD sini.
Waktu masih training, Disha dkk googling "tempat wisata di Prabumulih."
Karena mereka ngerasa bosan di Komperta mulu, pengen jalan-jalan.
Dan mbah Google menjawab.... "Komperta Prabumulih"
#ngokk

Kebayang kan kecilnya kota ini, hehehe...
Walo kecil, KFC udah buka loh disini.
Tapi belom ada delivery servicenya, hahahah...
Pernah nyoba delivery, telp ke 14022, eh si mas2nya malah bingung.
"Prabumulih dimana ya? Dekat Padang ya mbak?"
Oh well, nasib kerja di perusahaan ini yah, selalu di remote area.

Ohya, Kompertanya guedeeeee bangetttss...ngetts...
Segede Kota Wisata or BSD deh.
Ada 500an rumah dinas, rumah sakit, lapangan golf, kolam renang, 
lapangan volley, tenis, sepak bola, bahkan helipad.
But again, located in remote area... --.--"

Dinas di Prabumulih ini akan berakhir dalam seminggu.
Karena Self Assessment PROPER harus dikumpulin tanggal 20 Mei 2013.
Hmmmfff... ngeliat progress saat ini.. let's keep on praying and die trying.
Wkwkwkwk... SA ini memang mengalihkan duniaku.

Tetep semangat yaaaa, para pejuang SA se-Indonesia Rayaaaa...
Dari Rantau sampai Sorong, Bunyu sampai Cepu.
We'll get through this guys... ;))


Sunday, March 24, 2013

packing (versi kesekian)

di awal-awal blog ini gw pernah cerita tentang awal kedatangan gw ke cepu
5 box besar dan 2 koper.
dan sekarang, as I'm going to leave cepu, I have to pack my things. again.
belom tau bakal dapet berapa box, karena masih on going process
semoga ga lebih banyak lagi yah

yang pasti untuk packing kali ini, gw sortir barangnya lebih ketat
sekiranya ga bakal dipake lagi ya dibuang atau disumbangkan atau dijual
walopun itu bagus dan gw sayang banget
seperti halnya buku-buku gw dan alat masak gw

my precious, I had to let them go,,, hiks,,,,
jadilah gw bikin book sale, jual tipi ama dvd dan mejanya, juga oven dan mixer
tinggal lemari nih belom kejual

but anyhow, mengingat disananya juga tempat terbatas,
dan di jember juga udah penuh barang,
mau ga mau gw harus buang buang buang, jual jual jual, tinggal tinggal tinggal

dan barang yang kayanya ga seberapa itu perlu upaya ekstra juga buat packingnya
baiklah,,,, mari semangat packing!
supaya segera capcus kita dari cepu,,

Saturday, March 23, 2013

584 KM


This girl is going to move 584 KM away.
To Jakarta! *big grin*
It's finally my time to say good bye to Cepu.

Yes, a new assignment and a new adventure.
I have no idea what's in front of me.
But I'm determined to live it one day at a time.
Just do my best and enjoy the ride,,, ;))

This is what I-desperately-wanted, hopefully it's also what's best for me.
Well, the only constant is change.
Nothing is going to be the same.
Be prepared girl,,, :D

PS:
Picture is courtesy of dr. Christiandi. Good luck on your new assignment in Prabumulih, doc,,, :)


Sunday, February 10, 2013

2013 Getaway Trip (1) : The Departure

Okeh, mari kita mulai... *gosok2 telapak tangan* Karena domisili gw di Cepu, jadi ceritanya diawali dari Cepu yaaa...

Gw berangkat dari Cepu Jumat tanggal 18 Januari 2013 malam, naik KA Sembrani. Maunya biar hemat naik KA gitu, tapi tetep aja harga tiketnya Rp 375.000,-. Lebih mahal dari harga tiket Air Asia gw dari Jakarta ke Singapore yang "cuma" Rp 267.000,-. Zzzzz....

Bawaan gw 1 ransel dan 1 koper. Okay, I admit it. Walo niatnya ala ala backpacker, tapi gw blom bisa packing yang ringkas dan hanya membawa seperlunya. Definisi seperlunya menurut gw tetap aja menghasilkan 1 koper padat. Heuheuheu... Tapi gw udah siapin 1 tas kosong (tas Garuda Indonesia yang banyak dijual di bandara itu loooh) buat ntar bawa oleh-oleh dan belanjaan.

Hari Sabtu tanggal 19 Januari 2013 pagi udah sampai Jakarta. Oh ya, buat nambah keseruan cerita ini, FYI tanggal 17 Januari 2013 Jakarta dilanda banjir bandang yang merendam banyak wilayah termasuk beberapa rel dan stasiun kereta di Jakarta. Nah lo dilema dong gw, naik apaaaa ini ke Jakarta? Infonya Gambir dan Jatinegara kerendam banjir. Masa gw harus berenang-renang ke tepian, eh ke bandara? Tiap pagi kerjaan gw nelpon call center KAI nanya Sembrani sampai Jakarta jam berapa, dan jawabannya selalu on time. Kalo telat pun cuma 1-2 jam. Untuk ukuran perkeretaapian di Indonesia, masih normal lah itu. Sempat berpikir naik pesawat malam dari Semarang/Surabaya, tapi akhirnya gw memilih untuk take a leap of faith. Berdoa aja ga telat sampai Jakartanya.

Dan Alhamdulillah beneran on time, trus stasiun Jatinegara juga kering kerontang, hahahah... Mampir Kalibata dulu buat mandi, sarapan dan siap-siap.

And guess what? Karena merasa bersalah ga jadi ikut, mas @ronnyputera menawarkan penjemputan dan mengantar ke bandara. Sipp lah. Jam 12.30 kami berangkat dari Kalibata, jemput @iindadah di Slipi, lanjut ke Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Sengaja berangkat awal karena takut macet atau puter-puter cari jalan, just in case jalur ke bandara masih banjir. Ternyata lancar, sampai bandara jam 15.00an. Jadi cengkri dulu lah kitaaa di Starbucks, secara pesawat baru jam 17.45.

Pas boarding, lupa deh ama semua rasa khawatir. Yang ada cuma excitement mo travelling. Deg-degan mah iya, tapi bukan karena takut. Tapi lebih karena antisipasi atas keseruan yang akan dialami nantinya.

Transit di Singapura sebenarnya lumayan lama kalau mau keluar bandara dan jalan-jalan ke kotanya, sekitar 7 jam, karena pesawat ke Hongkong baru besoknya, hari Minggu tanggal 20 Januari 2013 jam 6.00 pagi. Tapi secara bawaan rempong dan kalau keluar bandara takut ga bisa baliknya, jadi kami memutuskan stay at the airport. Pe-eRnya adalah mencari Changi Inn, a.k.a. tempat buat bobo cantik sampai esok pagi. Sesuai petunjuk bapak agen TKI, kami disarankan ke View Gallery, di sana banyak kursi buat lihat ke arah runway dan menyaksikan pesawat take off atau landing. Tempat tidurnya? Ya kursi-kursi itu, hehehehe...

Awalnya ragu, boleh ga ya tidur di kursi-kursinya? Tapi ternyata di sana banyak temannya. Maksudnya, banyak juga yang tertidur di kursi-kursinya. Malah ada yang bawa selimut ama matras, digelar aja gitu di lantai, trus tidur deh. Buat gw yang tergolong gampang tidur dimanapun dan kapanpun (emang puteri tidur sih gw... ^_^ ) , tidur di Changi tidak semudah itu. Selain posisi tidur emang ga nyaman, ada rasa takut kesiangan (walo udah pasang alarm), takut barang-barang ilang (walo udah dideketin ama kita) dan yang pasti ACnya dingin bangeeettttt!! Engga bisa tidur lah intinya. Cuma bisa tidur sejam trus mata melek aja sampai jam 04.00. Sisanya ngapain? Maen henpon, secara free wifi dan lumayan kenceng wifinya, eheheh.... Predictable ya?

Bersyukur banget waktu udah bisa check in dan koper udah masuk bagasi pesawat. Di pesawat menuju ke Hongkong ini, kegiatan gw adalah... tidur! Ngebayar hutang tidur semalam yang ga nyenyak. Lumayan kan kalau bisa tidur secara penerbangan 4 jam lamanya.

Bener aja, ga lama setelah pesawat take off, langsung pules deh. Zzzzz....

See you in Hongkong guys....

2013 Getaway Trip : Hongkong - Shenzhen - Macau

So here we are again... The adventure of Upil & Ipil, heheheh...

Seperti tahun 2011 dan 2012 yang lalu, tahun 2013 ini diawali dengan ambil cuti tahunan dan liburan. Sebelum terbenam dan tertimbun dengan rutinitas dan kerjaan yang tiada akhir. Liburan kali ini direncanakan ke Hongkong - Shenzhen - Macau, tanggal 19 - 26 Januari 2013, tentu saja masih mengandalkan tiket promo dari budget airlines. Partner liburannya? Masi jeung @iindadah dan bintang tamu mas @ronnyputera.

Bintang tamu kita ini nampak berpengalaman sekali cari tiket promo karena entah hobi entah profesi, sering banget ngider keliling dunia. Gw ama @iindadah mencurigai profesi sebenarnya adalah calo tiket, walau dia ngakunya agen TKI, hahahaha... Yah pokoknya dengan sejuta bujuk rayu, dengan baek hati mas @ronnyputera jadi volunteer cari tiket pesawatnya.

Demi tiket murah, disepakati transit di Bandara Changi, Singapura, nginep semalem di sana. Begitu juga baliknya, tapi ga pake nginep. Total harga tiket Rp 2.040.000,- per orang. Murah? Well, I don't know, kata si agen TKI itu sih murah yaaa... Hehehe.... Untuk hotel baru dicari menjelang keberangkatan. Ehm. Hostel tepatnya, kan ceritanya mo cari yang murah meriah mencret, apalagi mengingat hotel cuma dipake tidur malem. Bisa dicari di www.agoda.com atau www.booking.com atau kalo mo sewa apartemen di www.airbnb.com.

Anyways, peserta trip ini nambah, karena ada teman mas @ronnyputera dari Doha yang akan gabung di Macau. The more the merrier, right?

Cobaan pertama dari trip ini datang seminggu sebelum keberangkatan. Saat cuti gw dan @iindadah sudah disetujui, tiket dan paspor udah siap, si bapak agen TKI kasih kabar buruk. Mas @ronnyputera batal ikut. Jeng jeeeeng... *lempar sendal*

Sempet panik sesaat tapi gw ama @iindadah memutuskan, the trip must go on. Modal nekat sih emang, karena sebelumnya kami mengandalkan si agen itu. But we desperately need this trip, not because we've already paid the tickets but mainly because we need a getaway trip. Harapan terakhir, mengandalkan mbah Google dan segala aplikasi di iPhone tentang Hongkong, hohohoho....

Jadi, berangkatlah si upil & ipil ke Hongkong dan sekitarnyaaaa.... :D

Stay tuned ya pemirsaaah!

Sunday, December 30, 2012

Cinta (Tidak Harus) Mati

Kali ini kita review buku yang baru gw baca yaaaa,,, Tenaaaang bukan roman picisan kok, walo judul dan isi bukunya ada ngebahas soal cinta-cintaan, iihihihik,,, Buku Cinta (Tidak Harus) Mati ini karangan Henry Manampiring, a.k.a Om @newsplatter. Siapakah diaaaaaa? Gw juga ga kenal langsung sih, tapi gw follow twitternya, baca blognya dan ngefaaaaannnnsss ama Om Piring yang juga jadi Duta Pisang iniiih,,, (kyaaa,, kyaaa,,,, ^^). *mulai ga fokus*

Waktu tau Om Piring nerbitin buku, gw mulai kasak kusuk mo nitip siapa. Ya harap maklum ya cuy, di Cepu kaga ada Gramedia. Eh kebetulan ada tugas kantor ke Semarang. Semangat deh gw mo cari bukunya, tapi ternyata sampai ke 2 outlet Gramedia, bukunya engga adaaaaa,,,, Kembali kasak kusuk cari yang mau dititipin. 

Sampai pada suatu hari, temen gw Nila (@purwadhani) yang di Jakarta bbm nanyain alamat gw di Cepu karena mo kirim sesuatu. Sempet nyangkain mo kirim undangan kawinan, tapi ternyataaaa,,, dia kirim buku ini, lengkap ama tanda tangannya. Rupanya dia ikut book signing, sempet foto bareng Om Piring pulak (yang bikin gw ngiri mampus! zzzzz,,,). Ohohoho, salah satu fans @newsplatter juga nih,,, :D 

Cinta (Tidak Harus) Mati ini diambil dari beberapa postingan di blognya Om Piring dan ada juga postingan baru. Isinya hasil pemikiran (nampak berat yak,,,) dan komentar Om Piring soal banyak hal dan dibagi dalam 3 Blok : Cinta, Kehidupan dan Pencarian Diri. Nah, yang gw suka dari tulisan-tulisan Om Piring di buku ini adalah :

1. Membahas hal yang kesannya sepele secara komprehensif dan mendalam 
Misalnya nih di Bab 9, Kapan Kawin? Sebuah Tinjauan Filosofis Psikologis dan Bisnis. Coba ya, pertanyaan "Kapan kawin?" yang selalu gw sebelin tiap ada reuni, Lebaran bahkan pas ambil e-KTP di Kecamatan, dianalisa dari sisi penanya, filsafat serta bisnis dan ekonomi. Om Piring berhasil merumuskan formula untuk menjadikan jawaban "Kapan kawin?" ini sebagai indikator Produk Domestik Bruto Indonesia. Luar biasa pemirsaaaah,,,, :D

2. Bikin gw mikir lebih dalam lagi, utamanya urusan percintaan,,, *tsaaah*
Tulisannya Om Piring ga kalah deh ama seri Chicken Soup, khususnya Chicken Soup For Jomblo (kalo ada), hehehe,,, Ga diiing, semua bahasan si om ini dalem kok. Tapi untuk Blok Cinta, gw paling suka ama Bab 5 (Dengan Siapa, Atau Apa, Kamu Jatuh Cinta?), Bab 6 (Betapa Sayangnya "Sayang") dan Bab 8 (Ekstrapolasi Pacaran ke Pernikahan). Kebetulan ketiganya udah gw baca di blognya Om Piring, dan gw sukaaa,,, Jadi seneng banget 3 artikel ini masuk di buku. 3 bab itu bikin gw mikir lagi, dan  bikin gw bertanya ama diri gw sendiri. Salah satunya, bener ga sih selama ini gw jatuh cinta ama 'seseorang', bukan kepada 'jalan keluar' atau 'jadwal hidup'? Kalo di agama Islam, setiap kegiatan harus diawali dengan niat, tentunya niat baik ya. Kalau niat awalnya salah, hasilnya juga tidak akan seperti yang kita harapkan. Nah kalau niat jatuh cintanya demi mendapatkan jalan keluar or menyesuaikan jadwal hidup, apakah akan membawa hasil yang baik? Jadi mari luruskan niatnya dulu, dan semoga jodoh yang baik akan mengikuti. Amiiin,,,  :)) 

Gw juga sempet takjub ama bahasan LDR di Bab 7, dimana Om Piring ini ga setuju ama LDR dan memberikan alasan-alasannya secara "ilmiah". Bahwasanya hubungan pria dan wanita ini kompleks, mencakup aspek biologis, hormon dll yang memerlukan kedekatan fisik. Well as a pathetic romantic, this time I should disagree with you Om. Gw percaya, if two people love each other that much, nothing is impossible, everything is worth to fight for although it will need an extra work. Seperti yang dulu pernah gw bahas di sini.

3. Gaya ceritanya yang santai dan kocak.
Kadang Om Piring suka bahas hal yang serius, menyelipkan isi dari buku-buku bacaannya (yang ga ecek-ecek juga), tapi gaya ceritanya santai, pakai bahasa sehari-hari dan tentu saja suka diselipin komentar ngasal dan kocak yang Om Piring bangeeet,,,, Sepanjang baca buku ini, gw suka cekikikan sendiri, bahkan ngakak abis. Misalnya halaman 126, Om Piring lagi menjelaskan arti ekstrapolasi dengan kasih contoh tentang Pertumbuhan Penduduk :

"Karena kemungkinannya kecil Indonesia tiba-tiba dibom aliens yang tersinggung dengan jambul Syahrini, maka kita bisa pede mengekstrapolasi jumlah penduduk di tahun 2012, 2020 sampe 2050 berdasarkan pertumbuhan penduduk yang kemarin (plus asumsi-asumsi)."

Duh yaaa,,, segitu ngefansnya Om ama Tante Planetarium,,, :D

4. Last But Not Least, Survey Newsplatter yang terkenal dan cetarrr membahana ituh,,,
Emang sih Survey Newsplatter ini udah beberapa kali dengan topik survey yang berbeda-beda. Tapi menurut gw paling seru ya Survey Jomblo Nasional (Bab 1), entah karena itu survey pertama yang dibuat si om  dan yang pertama gw ikutin, atau karena hal lainnya. Yang pasti menurut gw, baik surveynya maupun laporannya seru dan lucu banget. 

So conclusion of this post is : HIGHLY RECOMMENDED TO READ YAAA!! Engga rugi deh bacanya, it will give you another insight or perspective on something. Tengkiu ya Nilaaa udah dihadiahin buku ini, lengkap ama tanda tangan Om Piring. Walo gw masi ngiri to the max karena ga bisa ketemu ama foto bareng Om Piring,,,, Zzzz,,,

Oh Om Piriiiiing, akuh padamuuuuh,,,,, *lospokus*

An Inspiring Leader

"Leaders don't create followers. They create more leaders." - Thomas J. Peters

Topik ini dijamin sering muncul dalam berbagai jenis training. Sejak gw masi unyu dan ikutan ekskul di SMA, di masa kuliah hingga di saat gw udah kerja. Sampai sekarang pun masih. Mau training JBMP, ISRS, Incident Investigation, hingga soal PROPER, pasti lah ada satu sesi ngebahas soal leadership ini. Banyak juga buku-buku ngebahas soal ini, tapi gw ga pernah tertarik ngebacanya. I  always think that those books are full of shits, hahaha,,, Kalau kali ini gw ngebahas, bukan karena gwnya berubah pikiran, tapi gw menyadari pentingnya seorang leader, bukan sekedar bos or manager, tapi beneran "An Inspiring Leader", dalam sebuah organisasi, who actually can lead. Ini juga dari sudut pandang gw sebagai kroco mumet ya, yang jungkir balik ngejalanin perintah para leader itu.

Leadership atau kepemimpinan itu bakat dari orok atau bisakah dipelajari? Bisakah setiap orang menjadi leader? Ini topik diskusi waktu gw training JBMP yang lucunya, pernah muncul juga di soal Writing test TOEFL, wkwkwk,,,, Personally, I think everyone can be a leader. Each and every one of us is a leader, at least for ourselves or in our family. Kalau mau jadi leader yang lebih baik, juga bisa dipelajari. Banyak buku bisa dibaca dan seminar bisa diikuti. Sekarang kalau setiap orang bisa jadi leader, kenapa hanya beberapa saja yang akhirnya beneran mencuat jadi leader dan lainnya hanya jadi follower? Nah ini yang gw pelajarin dari pengalaman gw, bahwasanya,,,

"Being a leader is a choice we make." 

Sering gw temuin orang-orang pintar dengan ide cerdas, tapi memilih diam saja dan wait-and-see, berakhir menjadi follower terhadap suatu ide yang ga sebrillian idenya dan mungkin hasilnya tidak sebaik yang diharapkan. Banyak faktor yang menentukan, tapi mostly karena di perusahaan ini siapa yang punya ide, dia juga yang harus eksekusi, setidaknya memastikan pekerjaan itu terlaksana. Dan rata-rata orang merasa malas kalau dia juga yang ngerjain. Sering juga gw berada dalam kondisi dimana situasinya sudah mendesak dan perlu diambil suatu keputusan. Tapi lagi-lagi semuanya memilih amannya, wait-and-see. This is the time when a leader should step up, dan mengambil alih komando. This is the time when we choose, "am I a leader or a follower?". Do you have balls to step up and take the lead? 

"A leader should walk the talk."

Waktu masuk ke perusahaan ini, gw langsung masuk ke middle level, supervisor level. Walaupun pada kenyataannya gw ga punya fruit son or fruit daughter (baca : anak buah) secara langsung, tapi ada kru atau staff lain yang kadang gw mintain bantuan. Tentu saja mereka lebih senior, lebih pengalaman dan lebih tua umurnya. Pertama kali gw datang, gw tau banget betapa mereka nungguin gw melakukan kesalahan, ngetes sejauh or sependek mana ilmu gw, gampang nangis atau ga, apakah gw tipe omdo, dsb. Bisa apa sih cewe kecil nan bawel ini? Hehehe,,, Di sini gw belajar soal integritas. Walk the talk, man. Lo suruh orang-orang ngerjain A, lo larang mereka ngerjain B. Ya jangan sampai lo malah melakukan sebaliknya. Kalo lo ngarepin semua anak buah lo stand by, ya lo harus juga ambil bagian. Jangan lo paksain semua stand by tapi elonya kaga pernah stand by. Ini pernah gw coba di lapangan, waktu bersihin lokasi. Krunya susah banget bergerak, kerjanya lamban dan angot-angotan. Gemes banget. Tapi gw tau kalo gw omelin, mereka bakal makin mangkir karena mereka mikir "Elu sih enak tinggal nyuruh, gwnya keringetan". So instead of yelling, gw ambil cangkul, gw cangkul sendiri tuh lokasinya. Baru lah mereka ngerjain sesuai yang gw minta, karena mereka liat gw juga terlibat dan bekerja. Di sini gw juga belajar untuk ga asal ngomong atau asal janji. Pastikan semua yang keluar dari mulut lo sudah lo pikirkan semua konsekuensinya dan lo memang akan merealisasikannya. Kalo kata orang Treasury di bank sih, "Your word is your bond".   Di sini gw juga belajar untuk jujur. Kalo lo ga ngerti atau ga punya solusi, bilang apa adanya, minta waktu buat berpikir dan jangan malu buat nanya. Orang-orang lebih respect kalo lo jujur daripada lo sotoy. Kalo orang lain punya ide lebih bagus, terima aja. Ga usah malu atau takut mereka yang dapat nama. Kembali ke niat, lo kerja buat perusahaan, bukan buat dapat nama atau pujian. 

"A leader should use their 2 ears."

Being a leader means you should be able to stand alone sometimes. Kumpulkan dulu semua info, sebelum mengambil keputusan. Jangan kaya sel ovum, begitu sel sperma masuk, langsung menutup deh, kaga terima yang lainnya (istilah dari Mpok Ijah). Maksudnya, jangan cuma denger 1 info dan langsung tutup mata dan telinga dari info-info lainnya, kan belum tentu info yang didenger tadi adalah info yang bener. Office politic sucks. You'll never know who you can trust. Even brother bear told me, "Lo jangan pernah percaya omongan orang lain kalo mo ambil keputusan. Termasuk gw. Lo kumpulin info sendiri. Liat pake mata lo sendiri". 

Well, sementara itu dulu sharing gw. Sekali lagi, gw bukannya sok ngajarin ya. Semua yang gw ceritain di atas semata-mata sharing pengalaman gw aja, sebagai salah satu fruit daughter a.k.a kroco mumet, hehehe,,, Dan gw saat ini berada pada kondisi "craving for an inspiring leader". Someone that I can look up to, and being my role model. 

Apakah gw seorang leader? Yeah, sometimes but conditional. Masih banyak kurangnya, perlu diperbaiki. Gw masih suka ragu, suka panik dan suka sentimen ama orang, dimana ketiganya cukup mempengaruhi proses pengambilan keputusan. But at least I have guts to step up and take the lead. Buat kalian para lelaki yang milih wait-and-see, dan cuma bisa komentar atau ngomel di belakang kalau keputusan yang diambil ga sesuai ama yang kalian mau, jadi cewe aja deh lo,,,, *jadi curcol*.

Sunday, December 23, 2012

Macaroni Schotel

Makanan ini punya banyak nama. Ada yang menyebutnya Macaroni Schotel, Mac & Cheese, dll. Mac & Cheese ini makanan favoritnya Seeley Booth di serial Bones loh,,, (info ga penting, hehehe). Seperti biasa gw pakai resep di blognya mba Hesti, www.hesti-myworkofart.blogspot.com , dan judul resminya "Cheesy Makaroni Elbow". Tapi gw lebih suka pake nama Macaroni Schotel, wkwkwkwkwk,,, *egois*


Bahan :
250 gr pasta elbow atau fusili 
(rebus sampai al dente atau jangan terlalu matang, tiriskan)
250 ml krim kental (bisa diganti susu cair, gw pakai susu karena ga punya krim)
400 ml susu cair
5 butir telur, kocok lepas
6 buah sosis, potong kecil (boleh diganti smoke beef)
250 gr daging ayam, potong dadu
(gw ganti pakai kornet beef)
1 butir bawang bombay, diiris-iris kecil
3 siung bawang putih, diiris kecil juga
200 gr keju cheddar parut
2 sdm butter
 2 sdt merica bubuk
1 sdt pala bubuk
1 sdt garam

gw tambahin :
1/2 kaleng jamur kancing, potong kecil 
1 wortel, potong dadu 

Saus Bechamel :
2 sdm butter
2 sdm tepung terigu
300 ml susu cair
100 gr keju parut
1 sdt garam
2 sdt merica bubuk
1 sdt pala bubuk

Taburan :
100 gr keju mozarella parut

Cara Membuat :
1. Rebus wortel, sosis dan jamur kancing, angkat dan tiriskan.
2. Lelehkan butter. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai wangi, masukkan ayam/kornet. Tumis sampai berubah warna. Tambahkan bumbu (garam, merica, pala), jangan lupa cicipi dan sesuaikan dengan selera. Angkat.
3. Masukkan makaroni yang sudah direbus ke dalam campuran susu, krim dan telur, aduk rata. Lalu masukkan tumisan ayam/kornet, rebusan wortel, sosis dan jamur, aduk rata. Masukkan keju, aduk rata. 
4. Tuang ke wadah aluminium foil atau pinggan tahan panas. 
5. Siapkan kukusan beserta airnya, lapisi tutupnya dengan serbet untuk mencegah air menetes ke atas makaroni.
6. Masukkan aluminium foil/pinggan berisi adonan makaroni ke dalam kukusan, lalu kukus selama kurang lebih 15 menit.
7. Sementara mengukus, siapkan saus bechamel. Lelehkan butter, masukkan terigu sambil aduk cepat sampai rata. Tuang susu sedikit demi sedikit sambil diaduk cepat agar tidak menggumpal. Tambahkan garam, merica, pala dan keju.
9. Keluarkan makaroni dari kukusan, tuangkan saus bechamel di atasnya, lalu taburi keju. Panggang dalam oven sampai atasnya kekuningan. Kalo gw tadi pakai suhu 180 derajat Celcius selama 20 menit. 

And voila! ;))
Ngga kalah ama si Bones kan gw, bisa bikin Mac & Cheese,,, hehehe,,,